Perbandingan Pel Uap vs Pel Tradisional

Waktunya berpindah ke alat pel uap atau tetap mempertahankan metode tradisional? Metode tradisional di sini bisa menggunakan alat pel jenis bergagang tanpa menggunakan bantuan daya listrik atau bisa juga tanpa alat khusus sambil merangkak mundur di lantai.

Produk alat pel uap yang membanjiri pasar belakangan ini membuat sebagian di antara kita berpikir untuk meninggalkan cara membersihkan rumah secara tradisional yang telah berjalan secara turun-temurun dalam keluarga. Dalam membuat keputusan sebaiknya tidak hanya karena tergiur iklan atau latah karena memang produk ini mulai akrab di masyarakat Indonesia.

Pertimbangkan untung dan rugi masing-masing metode untuk menghindari penyesalan karena membeli perabot baru yang justru merugikan.

Mempertahankan Cara Lama Seperti kita tahu, cara mengepel secara tradisional memerlukan seember air panas atau biasa, cairan pembersih lantai atau deterjen, dan alat pel peras bergagang atau cukup dengan lap pel saja. Alat pel peras bergagang hadir dalam berbagai wujud. Baik alat pel itu datar, busa, kain, maupun seikat sumbu kompor perlu diperas sebelum digunakan pada lantai.

Keunggulan: – Murah meriah. Alat pel peras bergagang lebih murah bahkan ketika harga ember dan pewangi lantai ikut diperhitungkan. Biaya ini bisa lebih ditekan bila merangkak mundur dengan sehelai lap pel menjadi pilihan. – Hemat listrik. Energi yang diperlukan untuk mengoperasikannya hanya tenaga manusia. – Bau segar. Aroma segar yang ditinggalkan larutan pembersih lantai menjadi alasan tersendiri bagi mereka yang lebih menyukai cara ini.

Kekurangan: – Boros waktu. Cara lama memerlukan penggantian air secara berkala. Alat pel harus dicelupkan ke dalam ember air berulang kali untuk melepaskan kotoran yang menempel pada alat pel. Selain itu air dalam ember juga perlu diganti jika sudah terlalu keruh. Belum lagi waktu yang diperlukan untuk memindahkan ember beberapa kali. Kekurangan ini bisa menjadi alasan tidak sempat membersihkan rumah. – Lama kering. Untuk hasil lebih baik, lantai perlu dibiarkan sampai kering sebelum diinjak. Proses pengeringan ini memakan waktu lebih lama. Risiko keselamatan. Sisa air yang mengandung sabun pada lantai berbahaya karena bisa mengakibatkan terpeleset baik pada saat mengepel maupun saat berjingkat-jingkat berjalan di atasnya.

Pindah ke Alat yang Beruap dari Hasil inovasi ini bertujuan menyatukan air dan alat pel untuk menyederhanakan pekerjaan rumah tangga. Dengan mengalirkan listrik, uap panas terbentuk dan dimanfaatkan untuk menghilangkan kotoran pada lantai keras.

Keunggulan: – Serbaguna. Beberapa alat pel uap juga bisa dipakai untuk tujuan lain. Mengaculah pada petunjuk membersihkan rumah secara menyeluruh pada bagian-bagian lain seperti dinding kamar mandi, sofa, furnitur, dan kaca jendela menggunakan alat pembersih beruap. – Cepat kering. Dibandingkan air, uap panas lebih cepat kering. Bebas zat kimia. Cairan pembersih lantai tidak diperlukan karena uap panas diyakini cukup ampuh membunuh kuman di lantai. Hemat waktu. Karena air dan alat pel ada dalam satu perangkat, lebih sedikit waktu terbuang.

Kekurangan: – Menambah beban listrik. Meskipun bervariasi, daya listrik yang diperlukan perangkat ini perlu diperhitungkan dalam anggaran untuk membayar tagihan listrik. Lebih mahal. Karena kemampuan lebihnya, alat pel uap lebih mahal daripada alat pel manual.

Artikel ini ditulis tanpa menyertakan hasil setiap metode sebagai pertimbangan. Perbandingan hasil riset mengenai keampuhan masing-masing cara dalam membunuh bakteri dan tingkat kebersihannya tersedia dari berbagai sumber.

loading...