Inilah Bahayanya Jika Tidur Setelah Makan

Tidur Setelah Makan. Ikiopo.com Banyak diantara kita sesudah melaksanakan aktivitas makan besar terkadang mengantuk dan langsung ingin tidur. Kondisi demikian cenderung umum tatkala tidak ada kesibukan setelah melakukan kegiatan makan baik di pagi, siang dan sore hari.

Sebenarnya rasa kantuk yang terjadi setelah makan merupakan hal yang wajar, kenapa demikian rasa kantuk yang datang pada diri kita disebabkan oleh nutrisi yang masuk ke dalam tubuh dari makanan yang kita konsumsi tersebut. Makanan yang biasa kita konsumsi ketika sedang makan rata-rata menggunakan nasi sedangkan nasi itu sediri mengandung glukosa yang bisa menghambat kerja sel-sel neuron.

Kadar glukosa dalam jumlah yang tidak sedikit di dalam tubuh kita dapat menyebabkan rasa kantuk yang begitu hebat. Glukosa dapat pula menghentikan sinyal-sinyal aktif ke otak dan ternyata juga mampu menutup neuron-neuron penghasil protein mikro yang menjaga kesadaran tubuh manusia, demikian hasil sebuah penelitian yang pernah di lakukan di Inggis.

Nah inilah yang menjadi penyebab utama mengapa setelah aktifitas makan selesai cenderng menjadi malas ngatuk dan akhirnya ingin tidur mulu. Akan tetapi sebaiknya rasa kantuk ini tidak diikuti dengan tidur. Karena, tidur setelah makan dapat mengakibatkan tubuh menjadi tidak akan mampu mencerna makanan dengan baik dan sempurna yanh mengakibatkan zat-zat gizi yang ada juga tidak bisa terserap tubuh dengan baik. Selebihnya fungsi makanan yang seharusnya digunakan sebagai penghasil energi juga tidak mampu terlaksana.

Perlu Anda ketahui bahwa kebiasaan tidur setelah makan dalam jangka panjang akan dapat mengakibatkan terjadinya penumpukan lemak yang tidak proporsional. Kebiasaan ini juga diyakini akan memperberat kerja alat pencernaan, sehingga menjadi masalah juga ketika tidur yang menyebabkan tidur tidak menjadi nyenyak.

Perlu Anda perhatikan jika Anda ingin tidur nyenyak di malam hari, maka sebaiknya jangan langsung tidur usai makan malam. Waktu tidur yang ideal setelah melakukan aktivitas makan biasanya tergantung jenis makanan yang dikonsumsi. Apabila makanan yang di konsumsi tergolong ringan tidak akan membutuhkan waktu terlalu lama untuk mencernanya. Akan tetapi sebaliknya, makan dalam porsi besar idealnya membutuhkan waktu kurang lebih dua jam.

Kondisi ini disebut dengan refluks esofagus, yaitu kembalinya makanan dari lambung ke dalam esofagus (saluran yang mengangkut makanan dari mulut ke perut). Bila kondisi ini terjadi, maka makanan yang baru saja mencapai lambung akan berbalik arah menuju kerongkongan. Selain itu, tentu saja ada asam lambung yang terbawa oleh makanan tersebut.
Karena itu, kerongkongan bakal merasa kering, panas, kadangkala buat orang mulai mual, mulas, serta pengen muntah dikarenakan ada makanan yang berbalik arah. perihal ini bakal jadi tambah kritis apabila orang tersebut udah menderita penyakit maag atau tukak lambung.

Begitupun waktu kita lakukan puasa. Pada waktu makan sahur, dikarenakan rasa kantuk yang amat berat, sesudah menyantap makanan rata-rata rasa pengen tidur lagi tidak tertahankan, serta kita lalu kembali tidur. Waktu kita bangun, pasti perut akan kita terasa sebah atau kembung. Perihal ini diakibatkan makanan yang kita makan sementara sahur naik kembali atau berbalik arah. Bukan hanya rasa kenyang yang kita peroleh, akan tetapi rasa mual serta perut merasa tidak nyaman. Masalah itu juga akan diperparah dengan naiknya asam lambung didalam perut.

Seharusnya beri jeda waktu lebih dari satu jam sesudah makan malam sebelum akan beranjak ke singgasana tidur. Disamping itu hindarkan konsumsi kafein, gula, cokelat, serta alkohol terlampau banyak sebelum Anda akan tidur.

loading...